29
Des
10

TERAPI SYUKUR

TERAPI SYUKUR A. Pengertian Secara bahasa syukur berarti berterima kasih.20 Bersyukur adalah mengakui kebajikan. Juga berterima kasih kepada pihak yang telah berbuat baik atas kebajikan yang telah diberikannya.21 Secara terminology bersyukur adalah memperlihat-kan pengaruh nikmat Illahi pada diri seseorang hamba pada kalbunya dengan beriman pada lisannya dengan pujian dan sanjungan, dan pada anggota tubuhnya dengan mengerjakan amal ibadah ketaatan.22 Hakikat syukur menurut Imam al-Qushairi yang dinukilkannya dari Syekh Ali Dahaq adalah “pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan kepadanya yang dibuktikan dengan ketundukannya” bedasarkan batasan ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa syukur ialah mempergunakan nikmat Allah menurut yang dikehendaki oleh Allah. 23 Bersykur merupakan sebaik-baik jalan kehidupan bagi orang-orang yang bahagia. Tidaklah mereka menaiki tangga kedudukan yang lebih tinggi, melainkan berkat syukur mereka. Karena Iman itu terdiri dari dua bagian, yaitu bersyukur dan bersabar, maka bersyukur merupakan suatu keharusan bagi orang yang harap kebaikan bagi dirinya. Syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. B. Indikator Idikator merupakan sebauh tanda atau cirri-ciri dari syukur. Orang yang telah menapaki tangga syukur akan bisa dilacak melalui cirri-ciri sebagai berikut: 1. Pandai berterima kasih kepada sesama manusia dan selalu berbuat kebajika kepada sesama. 2. Gembira hati dengan apa yang diberikan walau secara kuantitas pemberian itu belum sebanding dengan ikhtiyar. 3. Manmpu mempergunakan nikmat itu untuk mempelancar jalan menuju keridhaan Allah. 4. Selalu mengucapkan tahmid atau Hamdalah setiap kali mendapatkan nikmat atau pujian dari Allah maupun sanjungan dari orang lain. 5. Memandang besar Nikmat Allah sekecil apapun yang diterima dan memandang ke bawah tentang urusan dunia. Mengenai indikasi dari bersyukur atau tidaknya seseorang juga dijelaskan dalam beberapa Hadits Rasulullah Saw seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud sebagai berikut: لا يشكرالله من لا يشكر الناس Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada orang lain.(HR. Abu Daud)24 انظروا الى من هو اسفل منكم ولا تنظروا الى من هو فوقكم فانه اجدر ان لا تزدروا نعمة الله “Pandanglah orang yang ada di bawahmu dan janganlah memandang orang yang di atasmu, karena sesungguhnya hal tersebut lebih mendorong kamu untuk tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim) C. Keutamaan Syukur Syukur memiliki keutamaan yang banyak seperti yang dingkapkan oleh Allah dalam beberapa surat dan ayat sebagai berikut:        “karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” .(Al-Baqarah :152 ) •          •   “mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui”. (An-Nisa 147,)                            “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.( Ali Imran 145)          •    “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklum-kan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),Maka Se-sungguhnya azab-Ku sangat pedih” ( Ibrahim 7)                              “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. dan jika kamu khawatir menjadi miskin, Maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(Taubah 28)    •           “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”(. Thagabun : 17)  •                “Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?”( Qs. Al-An`am 53)                           •           “ Kika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. (Qs. Az-zumar : 7)           •        “Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal”.(Qs. Az-Zumar : 74)                 “Do’a mereka di dalamnya Ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka Ialah: “Salam”. dan penutup doa mereka Ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”. (Qs. Yunus : 10) D. Proses Terapi Syukur Penerapan terapi syukur ini dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan antara lain: 1. Mengenal nikmat: mengahadirkan dalam hati, mengeistimewakan, dan meyakini-Nya. Apabila seseorang hamba telah mengenal nikmat, maka dari pengenalan ini dia akan beranjak untuk mengenal Tuhan yang memberi nikmat , apabila telah mengenal tentulah ia akan mencintai-Nya. Apabila ia telah mencinta-Nya, tentulah ia akan sungguh-sungguh untuk mencari-Nya dan bersyu-kur kepada-Nya. Pencariannya akan teraplikasi dalam bentuk ibadah. (Sadar nikamat dan memandang besar arti dan makna pemberian nikamat dari Allah Swt). 2. Menerima nikmat: menyambutnya dengan memperlihatkan kefakiran kepada yang memberi nikmat dan hajat kita kepada-Nya, dan bahwa berlngsungnya semua nikmat yang diterima itu bukan keberkahan kita mendapatkannya, karena sesungguhnya Allah pemberi kita banyak nikmat hanyalah sebagai karunia dan kemurahan dari-Nya semata. 3. Memuji Allah atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya; dan pujian yang berkaiatan dengan nikmat ini ada dua macam yaitu bersifat umum dan khusus. Yang bersifat umum, yaitu dengan memuji-Nya bersifat dermawan, pemurah, baik, luas pemberian-Nya dan sebagainya. Yang bersifat khusus; yaitu membicarakan nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan-Nya kepada anda dan anda ungkapkan bahwa semuanya itu telah anda terima. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Adh-Dhuhaa ayat 11. (Selalu membaca Al-hamdulillahirabbil`alamin dalam berbagai kondisi menyangkut dengan nikmat Allah). 4. Mempergunakan nikmat denagan memanfaatkan bahagian rezki yang diperoleh untuk berbagai rahmat dengan sesama atau mempergunakannya untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Nya. 5. Memelihara kualitas ibadah dan keta`atan sebagai aplikasi syukur.


0 Responses to “TERAPI SYUKUR”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Desember 2010
S S R K J S M
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

JENDELA HATI


%d blogger menyukai ini: