29
Des
10

Terapi Sabar

TERAPI SABAR

Oleh : Nazirman

  1. A. Pengertian Sabar

Sabar secara etimologi berasal dari bahasa Arab dari kata-kata shabaro yang berarti tabah hati, menahan dan mencegah, memaksa.25 Secara terminologi sabar adalah menahan diri untuk tetap mengerjakan sesuatu yang disukai oleh Allah atau menghindarkan diri dari melakukan sesuatu yang dibenci oleh-Nya. Dengan kata lain sabar ialah bertahan dalam mengerjakan sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri dari mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh-Nya.26

Jadi sabar merupakan kelanjutan tangga spiritual atau stasiun rohani setelah melewati dengan selamat dan sukses pada terapi syukur. Semakin mantap aplikasi syukur seseorang maka akan semakin mudah pula dia dalam menempuh dan melewati lorong-lorong kesabaran.

  1. B. Keutamaan Sabar

Sabar memiliki berapa keutamaan  sebagaimana yang dikemukan oleh Allah dalam berapa ayat-Nya antara lain:

Di dalam al-Qur`an, sebagaimana yang dikemuka-kan oleh Sa`id Hawa, Allah menyebutkan orang-orang yang sabar dengan berbagi sifat dan menyebut kesabaran lebih dari 94 tempat. Bahkan Allah menambahkan keterangan tentang sejumlah derajat yang tinggi dan kebaikan, dan menjadikannya sebagai buah dari kesabaran. Firman-Nya:

“ dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.( Qs.As-Sajadah :24)

“ dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah Perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka(al-A`raf :137)

“apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Qs. an-Nahl : 96)

mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.( al-Qashash : 54).

 

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Qs. Az-Zumar : 10)

dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. “(Qs. al-Anfal : 46)

“Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda”. (Qs. Ali Imran 125)

 

“mereka Itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. ( al-Baqarah: 157)

Jadi, petunjuk, rahmat dan keberkahan dihimpun untuk orang-orang yang bersabar.27

  1. C. Indikasi Kesabaran

Kesabaran itu  juga memiliki tanda-tanda yang spesifik yang dapat dilihat dan dirasakan oleh orang-orang yang memilikinya. Adapun indikasi itu adalah sebagai berikut:

    1. Tidak pernah gelisah, resah dan mengeluh atas musibah yang dihadapi.
    2. Tetap optimis dan berbuat walau dipandang agak membosankan.
    3. Mampu  menendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.
    4. Santun dan berlapang dada dalam menyikapi berbagai masalah yang dating menghadang
    5. Meninggalkan syahwat
    6. Ridha dengan apa yang ditetapkan Allah
    7. Memiliki keceriaan dalam menjalani hidup
    8. Suka berbuat baik kepada orang lain
    9. Menahan diri untuk tidak menyakiti hati orang lain
    10. Tidak gampang berputus asa
  1. D. Buah Kesabaran

Orang-orang yang mampu melakukan dan menjadikan  sabar menjadi bahagian karateristik pribadi atau sudah menjadi sikap dan gaya hidup dalam menjalani kehidupan akan membuahkan hasil yang menakjubkan. Adapun buah dari kesabaran itu adalah:

    1. Selalu disertai oleh Allah dalam berbagai situasi dan kondisi( Qs.al-Baqarah : 153)
    2. Selalu mendapatkan balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan dengan penuh kesabaran (Qs.an-Nahl : 96).
    3. Diberikan kecukupan tanpa batas(Qs.az-Zumar : 10)
    4. Dinaungi oleh 5000 malaikat (Qs.Ali Imran: 125)
    5. Diberkahi, disayangi dan diberi petunjuk (Qs. al-Baqarah : 157).
    6. Mendapat lisensi tentang kebenaran iman dan ketakwaannya di sisi Allah (Qs.al-Baqarah : 177)
    7. Lahirnya  kepribadian yang mukhlis
  1. E. Proses Terapi Sabar

Sabar sebagai terapi dapat diterapkan melalui berberapa langkah antar lain:

    1. Menyadari dan memahami  bidang kesabaran; apakah dalam ketaatan,  dalam menghadapi musi-bah atau mengendalikan diri dalam proses tidak terjebak oleh kemasiatan.
    2. Memahami dan menyadari serta membina keyakinan betapa mulianya kepribadian orang yang sabar serta hasil yang diperoleh kalau mampu hidup dalam kesabaran (Musibah yang datang sebagai ujian, teguran, serta pelipur dosa bagi orang mukmin). Sadarkan diri, mungkin hari ini sedang diuji, ditegur karena lalai, atau dibersihkan karena dosa.
    3. Tetap optimis dan yakin dibalik kesulitan pasti ada kemudahan dan Allah bersama orang-orang yang sabar. Setiap orang yang beriman pasti akan diuji dengan berbagai ujian; diujui dengan kekwatiran, kelaparan, keterbatasan diri, keku-rangan harta dan kehilangan orang-orang yang dicintai, keterbatasan persedian stok makanan dan sebagainya.
    4. Tidak banyak mengeluh kepada sesama manusia, malah mengeluh kepada Allah.
    5. Banyak belajar kepada orang-orang terdahulu seperti menthala`ah qisasul anbiya` dan orang-orang sukses yang sudah melewati kegetiran hidup dengan kesabaran.
    6. Selalu mengikutsertakan Allah dalam kehidupan.
    7. Senantisa menjadikan lafadz ya sabur ya syakur menjadikan bacaan dan kebiasaan sehingga seolah-olah serasi, segerak dengan gerakan nafas dan gerak nadi sebagai anti virus kehidupan
    8. dll

25 Al-Munawwir, op.cit. h. 760

26 op.cit. h. 348

27 Sa`id Hawwa, op.cit, h. 370-371

29
Des
10

TERAPI SYUKUR

TERAPI SYUKUR A. Pengertian Secara bahasa syukur berarti berterima kasih.20 Bersyukur adalah mengakui kebajikan. Juga berterima kasih kepada pihak yang telah berbuat baik atas kebajikan yang telah diberikannya.21 Secara terminology bersyukur adalah memperlihat-kan pengaruh nikmat Illahi pada diri seseorang hamba pada kalbunya dengan beriman pada lisannya dengan pujian dan sanjungan, dan pada anggota tubuhnya dengan mengerjakan amal ibadah ketaatan.22 Hakikat syukur menurut Imam al-Qushairi yang dinukilkannya dari Syekh Ali Dahaq adalah “pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan kepadanya yang dibuktikan dengan ketundukannya” bedasarkan batasan ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa syukur ialah mempergunakan nikmat Allah menurut yang dikehendaki oleh Allah. 23 Bersykur merupakan sebaik-baik jalan kehidupan bagi orang-orang yang bahagia. Tidaklah mereka menaiki tangga kedudukan yang lebih tinggi, melainkan berkat syukur mereka. Karena Iman itu terdiri dari dua bagian, yaitu bersyukur dan bersabar, maka bersyukur merupakan suatu keharusan bagi orang yang harap kebaikan bagi dirinya. Syukur dan sabar ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. B. Indikator Idikator merupakan sebauh tanda atau cirri-ciri dari syukur. Orang yang telah menapaki tangga syukur akan bisa dilacak melalui cirri-ciri sebagai berikut: 1. Pandai berterima kasih kepada sesama manusia dan selalu berbuat kebajika kepada sesama. 2. Gembira hati dengan apa yang diberikan walau secara kuantitas pemberian itu belum sebanding dengan ikhtiyar. 3. Manmpu mempergunakan nikmat itu untuk mempelancar jalan menuju keridhaan Allah. 4. Selalu mengucapkan tahmid atau Hamdalah setiap kali mendapatkan nikmat atau pujian dari Allah maupun sanjungan dari orang lain. 5. Memandang besar Nikmat Allah sekecil apapun yang diterima dan memandang ke bawah tentang urusan dunia. Mengenai indikasi dari bersyukur atau tidaknya seseorang juga dijelaskan dalam beberapa Hadits Rasulullah Saw seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud sebagai berikut: لا يشكرالله من لا يشكر الناس Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak berterima kasih kepada orang lain.(HR. Abu Daud)24 انظروا الى من هو اسفل منكم ولا تنظروا الى من هو فوقكم فانه اجدر ان لا تزدروا نعمة الله “Pandanglah orang yang ada di bawahmu dan janganlah memandang orang yang di atasmu, karena sesungguhnya hal tersebut lebih mendorong kamu untuk tidak meremehkan nikmat Allah.” (HR. Muslim) C. Keutamaan Syukur Syukur memiliki keutamaan yang banyak seperti yang dingkapkan oleh Allah dalam beberapa surat dan ayat sebagai berikut:        “karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” .(Al-Baqarah :152 ) •          •   “mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha mengetahui”. (An-Nisa 147,)                            “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. dan Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur”.( Ali Imran 145)          •    “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklum-kan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku),Maka Se-sungguhnya azab-Ku sangat pedih” ( Ibrahim 7)                              “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. dan jika kamu khawatir menjadi miskin, Maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.(Taubah 28)    •           “Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. dan Allah Maha pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”(. Thagabun : 17)  •                “Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang Kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?”( Qs. Al-An`am 53)                           •           “ Kika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu. (Qs. Az-zumar : 7)           •        “Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada Kami dan telah (memberi) kepada Kami tempat ini sedang Kami (diperkenankan) menempati tempat dalam syurga di mana saja yang Kami kehendaki; Maka syurga Itulah Sebaik-baik Balasan bagi orang-orang yang beramal”.(Qs. Az-Zumar : 74)                 “Do’a mereka di dalamnya Ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka Ialah: “Salam”. dan penutup doa mereka Ialah: “Alhamdulilaahi Rabbil ‘aalamin”. (Qs. Yunus : 10) D. Proses Terapi Syukur Penerapan terapi syukur ini dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan antara lain: 1. Mengenal nikmat: mengahadirkan dalam hati, mengeistimewakan, dan meyakini-Nya. Apabila seseorang hamba telah mengenal nikmat, maka dari pengenalan ini dia akan beranjak untuk mengenal Tuhan yang memberi nikmat , apabila telah mengenal tentulah ia akan mencintai-Nya. Apabila ia telah mencinta-Nya, tentulah ia akan sungguh-sungguh untuk mencari-Nya dan bersyu-kur kepada-Nya. Pencariannya akan teraplikasi dalam bentuk ibadah. (Sadar nikamat dan memandang besar arti dan makna pemberian nikamat dari Allah Swt). 2. Menerima nikmat: menyambutnya dengan memperlihatkan kefakiran kepada yang memberi nikmat dan hajat kita kepada-Nya, dan bahwa berlngsungnya semua nikmat yang diterima itu bukan keberkahan kita mendapatkannya, karena sesungguhnya Allah pemberi kita banyak nikmat hanyalah sebagai karunia dan kemurahan dari-Nya semata. 3. Memuji Allah atas nikmat yang telah diberikan oleh-Nya; dan pujian yang berkaiatan dengan nikmat ini ada dua macam yaitu bersifat umum dan khusus. Yang bersifat umum, yaitu dengan memuji-Nya bersifat dermawan, pemurah, baik, luas pemberian-Nya dan sebagainya. Yang bersifat khusus; yaitu membicarakan nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan-Nya kepada anda dan anda ungkapkan bahwa semuanya itu telah anda terima. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Adh-Dhuhaa ayat 11. (Selalu membaca Al-hamdulillahirabbil`alamin dalam berbagai kondisi menyangkut dengan nikmat Allah). 4. Mempergunakan nikmat denagan memanfaatkan bahagian rezki yang diperoleh untuk berbagai rahmat dengan sesama atau mempergunakannya untuk hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Nya. 5. Memelihara kualitas ibadah dan keta`atan sebagai aplikasi syukur.

27
Apr
10

RUQYIAH

TERAPI RUQYAH

Nazirman

ABSTRAK
Ruqyah merupakan salah satu bentuk Terapi Rohani yang telah populer semenjak zaman kenabian. Ruqyah merupakan salah satu implementasi Isytisyfa`bi al-Qur`an. Meruqyah berarti membacakan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh nabi. Oleh kerenanya Ruqyah dapat dibagi pada dua bagian yaitu ruqyah syari`ah dan syirkiyyah. Ruqyah syari`ah adalah ruqyah dilakukan bersumber dan sesuai dengan ajaran syari`at sedangkan syirkiyyah; ruqyah berupa jampi-jampi yang bukan bersumber bahkan bertentangan dengan ajaran syariat. Dalam aplikasinya terapi ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahapan persiapan, tahapan kegiatan dan pengakhiran . Penyakit yang dapat disembuhkan melalui terapi ini adalah gangguan psikologis berupa Stress, gangguan jin dan gangguan manusia atau sihir.

Key word: Ruqyah, syariah syirkiyyah

A. Pengertian
Ruqyah (الرقية ) dalam kamus Arab diartikan : Perlindungan yang dibacakan terhadap orang sakit atau seumpamanya.1 Ruqyah adalah kumpulan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw untuk dibaca oleh seorang muslim bagi dirinya, anak dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit kejiwaan yang menimpanya atau mengobati kejahatan manusia dan jin, gangguan setan, sihir atau penyakit badan lainnya.2

B. Sejarah
Secara akademis agak sulit bahkan jarang para ilmuan baik itu mufassir, muhaddisin atau fuqaha` atau sejarawan secara khusus menuliskan kapan pertama kali ruqiyah dipopulerkan dan oleh siapa?. Namun sungguhpun demikian dari literatur yang ada secara umum dapat diyakini bahwa ruqiyah itu sudah ada semenjak zaman rasul dan dipopulerkan oleh para sahabat.
Dari Abu Sa`id Radhiayallah Anhu ia berkata, “Beberapa orang dari sahabat Nabi Saw sedang berpergian, ketika mereka memasuki sebuah perkampungan arab, mereka ingin bertamu tetapi penduduk kampung menolak. Kemudian kepala kampung itu disengat kalajengking, penduduk kampung telah melakukan segala sesuatu, namun tidak ada yang memberikan manfaat, lalu sebagian mereka berkata,” Andai kamu menemui sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan itu, mungkin saja mereka memiliki sesuatu”. Maka penduduk kampung itu mendatangi para sahabat Nabi, mereka berkata,”Wahai kaum, kepala kampung kami disengat kalajengking, kami telah melakukan sesuatu namun tidak ada yang berguna, apakah ada di antara kalian yang memiliki sesuatu?” Salah seorang sahabat berkata,”ya, aku akan meruqiyah, akan tetapi mengapa kalian menolak kami ketika kami ingin bertemu kalian, aku tidak akan pergi ke tempat kalian sebelum kalian memberikan sesuatu kepada kami”, lalu merekapun berdamai dengan janji memberikan tiga puluh ekor kambing, sahabat itu pergi, ia meludahi tempat yang terkena sengatan sambil membaca Al-fatihah, orang yang terkena sengatan itu sembuh bagaikan terlepas dari ikatan, ia tidak lagi merasa sakit, ia berkata, ” Tunaikan kepada mereka apa yang dijanjikan pada saat damai”, salah seorang sahabat berkata,” Lakukanlah pembagian”, sahabat yang melakukan ruqyah berkata, “jangan lakukan, sebelum kita menjumpai Rasulullah Saw dan menceritakan kepadanya tentang apa apa yang telah terjadi, kita akan melihat apa yang akan Rasulullah perintahkan kepada kita”, mereka menemui Rasulullah Saw dan menyebutkan apa yang telah terjadi, Rasulullah bertanya,” dari mana engkau tahu bahwa surat Al-Fatihah itu adalah Ruqiyah?”, kemudian beliau berkata,” Sungguh kalian telah benar, bagilah dan berikanlah sahamku”, kemudian Rasulullah Saw tertawa.3
Dalam riwayat lain juga dikisahkan bahwa Abdullah bin Mas`ud. RA pernah melakukan pengobatan terhadap korban kesurupan dengan ayat-ayat al-Qur`an dan telah mendapatkan pengukuhan dari Rasulullah Saw. Pada suatu ketika Ibnu Mas`ud RA membacakan Al-Qur`an ke telinga seseorang yang kesurupan. Setelah itu orang tadi sadar .lalu Rasulullah Saw bersabda kepada Ibnu Mas`ud,” Apakah yang engkau bacakan ke telinganya?” Ibnu Mas`ud menjawab,”Surat Al-Mukminun 115-118.4 Rasulullah SAW selanjutnya bersabda, “Kenapakah seseorang lelaki beriman tidak melakukan; dia membacakannya terhadap gunung, niscaya gunung itu tentu hancur,” (HR. Abu Ya`la)
Dengan demikian kalaupun belum dituliskan tahun, tanggal, tempat dan tokoh atau actor pertama ruqyah tersebut maka dapat diyakini bahwa peristiwa itu bernar adanya dan ruqyah merupakan salah satu khazanah intelektual Islam sekaligus salah satu metode Terapi Rohani Islam yang multidimensi pengunaanya terutama dalam pengobatan dan perawatan rohani bagi umat Islam.

C. Dasar Hukum
Dasar hukum Ruqiyah adalah dalil-dalil, argumentasi yang mendasari serta melegalisasi atau melarang, membolehkan bahkan mengharamkan sebuah ruqyah. Dasar hukum juga ketentuan-ketentuan atau ketetapan-ketetapan syar`i tentang kejelasan dan kepastian status ruqiyah, apakah dibolehkan atau dilarang.
Bedasarkan sejarah di atas dan merujuk kepada fungsi al-Qur`an sebagai syifa` dan adanya pengukuhan atau legalisasi dari Rasulullah, maka ruqiyah diperbolehkan untuk dilakukan. Ruqiyah merupakan sunnah Nabi, bahkan Nabi Muhammad Saw pun pernah diruqyah oleh Malaikat Jibril.5
Para ulama terdahulu telah melakukan hal yang demikian; melakukan pengobatan terhadap diri meraka atau orang lain dengan membacakan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Dengan demikian Ruqyah Syari`ah bukan Syirqiyah secara hukum legal untuk dilakukan. Ruqyah syari`ah adalah ruqyah dilakukan bersumber dan sesuaidengan ajaran syari`at. Perlunya ruqiyah syari`ah juga cukup beralasan. Di antara alasanya ialah ia termasuk sunnah dan sedikitnya jumlah umat islam yang berdzikir dan membentengi diri mereka dengan wirid (yang bersumber dari bacaan Al-Qur`an dan Sunnah6. Sementara ruqiyah syirkiyyah adalah ruqiyah yang dilakukan bukan menurut aturan syari`at dan cendrung mengarah kea rah kemusyrikan dan subuhat.

D. Fungsi dan Kegunaan
Ruqiyah syari`ah dilihat dari fungsi dan kegunaanya maka ia berfungsi sebagai salah satu metode Terapi Rohani Islam yang bersifat preventif dan kuratif. Dan kegunaanya adalah membantu mengobati serta menyembuhkan setiap pribadi muslim yang mengalami berbagai persoalan ruhani (gangguan kejiwaan) bahkan juga untuk penyakit-penyakit fisik. Setiap ayat dalam al-Qur`an adalah penawar dan obat untuk segala penyakit.7

E. Mekanisme
Mekanisme atau sistim kerja dan cara melakukan Terapi Rohani lewat ruqiyah dapat dilihat dari Petunjuk Umum Nabi tentang mengobati sakit dengan Ruqiyah. Petunjuk itu digambarkan dalam beberapa riwayat sebagai berikut:
1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Usman bin Abil Aash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah mengenai rasa sakit di badanya sejak dia masuk Islam. Lalu Rasulullah bersabda:
ضع يدك على الذي تألم من جسدك وقل : بسم الله ثلاثا
وقل سبع مرات : أعوذ بعزة الله من شرما اجدوأحاذر
“Taruhlah tanganmu di tempat yang sakit dari badanmu dan ucapkanlah basmalah tiga kali, dan ucapkanlah kalimat ini tujuh kali, `Auzu bi `izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ujidu wa uhazir (Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku temukan dan yang aku hindari).

2. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Saw mintakan perlindungan untuk sebagian keluar-ganya dengan membasuh tangan kananya dan berkata:
اللهم رب الناس أذهب الباس اشفه وانت الشافي لاشفاء الا شفاؤك شفاء لايغادر سقما
Ya Allah Tuhan semua manusia, jauhkanlah malapetaka dan sembuhkanlah. Engkau Maha Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesem-buhan yang tidak meninggalkan penyakit.
Dalam hadis ini tampak adanya pengobatan dengan mengunakan dzikir kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya serta memohon perlin-dungan-Nya dengan kemuliaan-Nya dan kekuasaan-Nya dari kejahatan penyakit yang tidak hilang darinya. Pengulangannya sebanyak tujuh kali men-jadikannya lebih manjur dan lebih cepat, seperti pengulangan makan obat untuk mengeluarkan penyakit. Jumlah yang tujuh ini adalah kekhususan yang tidak ditemukan di tempat lain.
Dalam ruqiyah ini ada satu permohonan kepada Allah dengan kesempurnaan ketuhanan-Nya dan kesempurnaan rahmat-Nya akan kesembuhan. Sesungguhnya hanya Dialah yang mampu menyem-buhkan dan tiada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Nya. Di dalamnya pun terkandung seruan kepada Allah atas keesaan, kebaikan, dan ketuhanan-Nya.8
Dengan demikian kegiatan ruqiyah dilakukan dalam bebrapa bentuk di antaranya dengan memper-dengarkan bacaan-bacaan ayat al-Qur`an dan doa-doa berulang-ulang kepada si sakit dan memegang bahagian yang sakit dari si sakit sambil berkonsentrasi membaca doa-doa kesembuhan. Bahkan Nabi dan para sahabat melakukan mandi ayat sebelum tidur. Maksud mandi ayat adalah mengusapkan kedua tangannya setelah ditiup selesai membaca ayat-ayat perlindungan ke sekujur tubuh.

F. Proses Terapi (Tahapan Terapi)
Terapi Ruqiyah dilakukan melalui proses beberapa tahapan. Adapu tahapan-tahapan antara lain tahapan persiapan, pelaksanaan dan tahapan peng-akhiran yang masing-masing tahapan mengandung beberapa kegitan yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Tahapan Persiapan—tahap ini merupakan tahap akan dimulainya kegiatan terapi. Dalam tahap ini kegiatan yang akan dilakukan oleh para Mualij (Terapis) maupun pasien adalah mempersipkan diri secara ilmiah dan menumbuhkan keyakinan berobat dengan Ruqiyah serta menyiapkan hal-hal yang bersifat fisik demi kelangsungan dari kegiatan yang dimaksud..
Mualij dapat memberikan penjelasan ilmiah berupa layanan orientasi dan informasi ruqyah kepada pemakai jasa layanan. Isi layanan ini antaralain berisikan penjelasan tentang apa itu ruqyah, apa syaratnya,pantangan dan bagaimana cara melaku-kannya serta segala hal yang terkait dengan penjelasan yang dapat menunjang keberhasilan dari terapi ini.
Pemakai jasa layanan terapi ini juga menyiap-kan hal-hal yang dibutuhkan secara fisik, seperti memakai pakaian yang menutupi aurat, membebaskan diri dari persyerikatan dengan jimat dan perdukunan serta berbagai jenisnya yang terkait. Kemudian dianjurkan ada muhrim yang bias mendampingi atau keluarga dekat yang dapat membantu dan bertanggung jawab.
Sementara itu persiapan kusus sebelum ruqyah antara lain :
1. Bertaubat kepada Allah dari segala dosa terutama dosa syirik,dosa bid`ah, dosa mempercayai khurafat, dosa mengikuti hawa nafsu.
2. Menghancurkan patung-patung di rumah
3. Membakar segala benda yang diyakini punya kekuatan ghaib seperti jimat dan sejenisnya.
4. Membaca ayat-ayat perlindungan: ayatul Kursi, al-Ikhlas, al- Falaq, an-Nas setelah shalat lima waktu
5. Berwudu dengan sempurna dilanjutkan dengan shalat sunat dua rakaat.9
6. Mengatur posisi—pasien dianjurkan ber-baring telentang mengarah ke kiblat terutama bagi pasien yang didalam diagnosa rohaninya berada dalam Stadium empat (terlampir).
7. Memasang niat untuk ruqiyah sesuai dengan tujuan dan penyakit yang ingin disembuh-kan.10
8. Lakukan ceking Kesehatan Rohani dengan mengisi Anamesa Rohani untuk mendignosa sekaligus menentukan bentuk terapi yang akan.
9. Sampaikan peringatan tegas kepada jin yang ada dalam tubuh agar bertaubat dan keluar serta berjanji untuk tidak masuk dan menganggu manusia.

Tahap Pelaksanaan—pada tahapan ini kegiatan Ruqiyah dimulai, ditandai dengan mulainya sipe-ruqiyah (Mualij) membacakan ayat-ayat al-Quran dan doa-doa ma`stur kepada penderita atau pasien secara tartil dan penuh penghayatan. Kemudian sambil membacakan bacaan tersebut peruqiyah memperhati-kan dengan bijak tentang reaksi yang terjadi pada diri pasien ketika dibacakan suatu ayat tertentu. Apabila terjadi rekasi—seperti meronta, menagis, tidak sadar-kan diri, mata berkedip-kedip, badan gementaran dan muncul tenaga ekstra diluar kapasitas diri waktu normal, maka mualij melakukan pengulangan beberapa kali ayat tersebut. Tujuannya adalah disamping untuk mengetahui dan meyakini secara pasti apa bentuk penderitaan yang diderintanya sekaligus untuk mengobati objek yang dituju.11
Begitu pula sebaliknya ketika tidak ditemukan reaksi dari ayat-ayat dan doa ruqiyah maka dianjurkan agar mengulanginya sampai tiga kali. Jika tidak juga maka lakukan proses pembinaan mental pasien lewat penetapan program amalan harian.

Tahapan Pengakhiran—merupakan tahap dimana telah selesainya prosesi ruqiyah. Pada saat ini boleh istirahat sejenak dan dilanjutkan dengan melaku-kan dialog singkat tentang pengalaman serta apa yang telah diperoleh selama terapi. Untuk mengetahui hasil perubahan yang diperoleh dapat dilihat kepada daftar keluhan dan lakukan ceking ulang apa yang telah terjadi dari beberapa item keluhan. Setelah itu perlu penetapan jadwal kegiatan lanjutan sambil melakukan evaluasi.
Tahap ini juga menupakan penetapan dan membangun komitmen bagi manusia yang diruqyah untuk selalu merawat dan mempertahankan kondisi rohani pascaruqyah. Mempertahankan kondisi rohani pascaruqyah agar tetap sehat dapat dilakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung seperti menjaga shalat berjamaah, tidak mendengarkan lagu, musik dan telivisi yang memicu timbulnya jiwa-jiwa yang labil, selalu berwudu dan mewiridkan bacaan ayat kursi sebelum tidur, membaca surat al-Baqarah di rumah setiap hari, membaca atau mendengar surat al-Muluk sebelum tidur, membaca atau mendengarkan bacaan surat Yasin pada pagi hari, berteman dengan orang saleh, memakai jilbab atau menutup aurat bagi wanita, memulai semua pekerjaan dengan basmalah, tidur dengan tidak sendirian dan selalu melakukan pembentengan diri dari segala bentuk gangguan setan dan sejenisnya dengan membaca dan mengamalkan ayat-ayat serta doa-doa pembenteng diri.(antivirus—terlampir).
Kemudian setiap selesai melaksanakan shalat subuh disarankan untuk membiasakan membaca wirid berikut ini minimal 100x
لااله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله احمد
وهو على كل شيء قدير
Evaluasi atau penilaian dapat dilakukan pada kegiatan kedua dan seterusnya untuk melihat sejauhmanakah keefektifan atau tidaknya ruqiyah yang diberikan. Oleh karenanya catatan kunjungan, anamesa serta program yang telah dan yang akan diterapkan tidak boleh hilang dan tetap berkelanjutan.

LAMPIRAN I
Daftar Ceking Kesehatan Rohani/ Anamesa Rohani
KHUSUS UNTUK RUQIYAH
Nomor Hari Tanggal/ Tahun

Nama Umur L/P
Agama Pekerjaan GD:
Alamat
PETUJNJUK UMUM/ STADIUM
Tipe Stadium Kecedrungan/ indikasi/Pengaruh
A 4 Paling sering terjadi,sangat dirasakan dan paling mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
B 3 Paling sering terjadi,sangat dirasakan dan pernah mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
C 2 Jarang terjadi, pernah dirasakan dan mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
D 1 pernah terjadi, kurang dirasakan dan tidak mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
E 0 Tidak pernah terjadi, tidak dirasakan pengaruhnya dan tidak mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik

DAFTAR KELUHAN
Kelompok A (Ketika Tidur)

No Jenis Keluhan Tipe Skor
1 Insomnia( sulit tidur)/Hyperinsomnia (sussah bagun)
2 Cemas, gelisah dan sering terbangun
3 Mimpi yang menyeramkan
4 Mimpi makan
5 Bunyi geraham beradu
6 Tertawa dan menangis
7 Mendengkur keras
8 Merintih kesakitan
9 Berdiri dan berjalan waktu tidur
Kelompok B (Ketika Bangun Tidur)
No Jenis Keluhan Tipe Skor
1 Capai dan merasa kelelahan bangun tidur
2 Merasa pusing terkadang ingin muntah
3 Hati berpaling
4 Gampang marah dan mudah tersinggung
5 Lesu dan malas melakukan sesuatu/ bosan
6 Tatapan sering kosong
7 Ada bisikan untuk bunuh diri
8 Pikiran kacau dan sulit berkonsentrasi
9 Gelisah dibacakan ayat-ayat suci
10 Merasa sakit pada bahagian tubuh
11 Malas dan berat beribadah
12 Tidak pernah kusyu` dalam beribadah
13 Suka menyendiri ,melamun dan tertutup
14 Melihat bayangan seuatu yang aneh
15 Histeria/ kesurupan secara tiba-tiba

Perkiraan Hasil
Kelompok A
Tipe Stadium Scoor Diagnosa Lama Terapi
A 4 28-36 Sangat Berat 7-9 x
B 3 19-27 Berat 5-7 x
C 2 10-18 Sedang 3-5
D 1 1-9 Ringan 1-3 x

Kelompok B
Tipe Stadium Scoor Diagnosa Lama Terapi
A 4 46-60 Sangat Berat 7-9 x
B 3 31-45 Berat 5-7 x
C 2 16-30 Sedang 3-5
D 1 1-15 Ringan 1-3 x
DIAGNOSA DAN TERAPI

Diagnosa
Program Terapi Jumlah Pertemuan

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Ruqiyah berlangsung

No Peristiwa/ kejadian Spontan Menit Jumlah
1 Desah nafas panjang
2 Perubahan posisi dan gerakan fisik
3 Gerakan mengalir beraturan
4 Perubahan aura/ air muka di wajah
5 Kedipan dan pemejaman mata
6 Berontak dan ngamuk
7 Aliran dingin di pundak dan kepala
8 Suara-suara palsu dan cacimaki dan jeritan
9 Bunyi Geraham beradu
10 Tidak sadarkan diri
11 Gementaran sekujur tubuh
12 Dll

Pascaruqyah /hasil dialog
No Pengalaman Tipe Skor
1 Sadar/tidak sadar selama ruqiyah
2 Merasakan aliran panas/ dingin pada tubuh
3 Merasa Berada pada alam lain
4 Aura wajah mulai membias diwajah
5 Merasa ada yang menguasai / mengendaliakan
6 Merasa plong hati sesudah ruqyah

LAMPIRAN

بسم الله1

Lafal Kegunaan
بسم الله ارقيك و الله يشفيك من كل شيء يؤذيك ومن شركل نفس او عين حاسد الله يشفيك بسم الله ارقيك Umum/Orang lain
بسم الله ارقيى نفسي و الله يشفي من كل شيء يؤذي ومن شركل نفس او عين حاسد الله يشفيي بسم الله ارقي Diri sendiri
بسم الله ارقينى
بسم الله ارقيك- بسم الله ارقيك
بسم الله ارقينى من كل داء يؤذينى
بسم الله ارقينى من بلاء يؤذينى
بسم الله ارقينى من كل شروشقاء يشقينى
بسم الله ارقينى من كل نفس اوعين حاقد او عين حا سد
بسم الله ارقينى من كل نفس او سحر ساحر او عمل عامل
بسم الله ارقينى من كل نفس او مكر ماكر او كيد كائد
بسم الله ارقينى من شر النفاثات فى العقد
بسم الله ارقينى من شر حاسد اذا حسد
بسم الله ارقينى من كل نفس اوعين حاقد او عين حا سد
بسم الله ارقينى من ساحر اذا سحر
بسم الله ارقينى من شر عامل اذا عمل
بسم الله ارقينى من شر ماكر اذا مكر
بسم الله ارقينى والله ير عانى والله يكفينى
بسم الله ارقينى والله يشفينى والله يعافينى
بسم الله ارقينى والله ينجينى والله يقوينى
بسم الله ارقينى والله يجبرنى والله يرزقنى
بسم الله ارقينى والله يحفظنى والله يحرسنى والله يحمينى

LAMPIRAN V
DOA ANTI VIRUS
Ayat Perlindungan Ayat Kursi—Al-Ikhlas –Al-Falaq—An-Nas
Diwiridkan setiap selesai shalat lima waktu
Doa Perlindungan اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

اعوذ بكلمات الله التامة من شرماخلق (3)
اعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة (3)

اعوذ بك من همزات الشيطان وان يحضرون
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله الذي لايضر مع اسمه شيئ فى الارض
ولافى السماء وهوالسميع العليم (3)

الله يا حافيظ- يا حافيظ- يا حافيظ احفظنى
احفظ ……… باحق لاحول ولا قوة الا باالله العلي العظيم

كهيعص-حم عسق
بسم الله توكلت على الله لاحول ولاقوة الا باالله
حسبي الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير (7)
حسبي الله لااله الا هو عليه توكلت وهورب العرش الظيم (7)
LAMPIRAN VI
AYAT-AYAT RUQYAH

KODE AYAT RUQIYAH—UMUM
1 Al-fatihah, Al-Baqarah 1-5, 163-164, 255-257,284-286,Ali Imran 18,Al-`Araf 54-56,Al-Mu`min 115-118,Ash-Shafat 1-10,Al-Hasyar 21-24, Ar-Rahman 33-34,Al-Ikhalas, Al-Falaq dan An-Nas
AYATUL AZAB
1.A An-Nisa` 167-173, Al-Anfal 12, Al-Hijir 16-18, Al-Isra` 110-111, Al-Anbiyaa` 70, Al-Hajji 19-22, An-Nuur 39,Al-Furqan 23, Ash-Shaffat 98, Ghafir 78, Fushilat 44, Ad-Dukhan 43-50, Al-Jasiyah 7-8, Al-Ahqaf 29-34,
Ar-Rahman 33-36
AYATUL SYIFA`
1.B At-Taubah 14, Yunus 57, An-Nahal 69, Al-Isra` 82, Asy-Syu`ara` 80, Fushilat 44.
AYATU IBTHALUSSIHR
2
Al-`Araf 118-122, Yunus 81-82,Tha-Haa 69

2.A Lakukan Hydroterapi kombinasi dengan Al-Fatihah 1x, Bismilah 3x, ayat kursi 3x, Ayat Ibtalussihr 1x , Al-Furqan 23, Akhir Surat Mukminuun 3x, Al-zalzalah 2x, Al-Ikhlas 3x, Al-Mauzataini 3x, untuk 3x dalam 1 hari selama 3 hari berturut-turut.
Ayat Ruqiyah Sihir
2.B Al-Fatihah, Al-Baqarah 1-5,102, 163-164, 255,285-286, Ali Imran 18-19, Al-`Araf 54-56, (117-122(7x)), Yunus 81-82, Tha-Haa 69 (7x), Mukminun 115-118, As-Shafat 1-10, Al-Ahqaf 29-32, Ar-Rahman 33-36, al-Hasyar 21-24 Al-Jin 1-9, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas

27
Apr
10

Barometer Nurani

Nurani merupakan hati sanubari yang memiliki keebihan tersendiri dari yang lain. Kelebihan Hati Nurani adalah ia selalu menyuarakan suara kebenaran,ia selau menjadi pemandu terakhir daam kehidupan saat-saat kemampuan daya dan uapaya otak berda pada titik kulminasi kepasrahan.

Namun amat disayangkan tidak semua orang menyadari bahwa ia sering terabaikan dan nyaris tidak diperhatikan. Pada hal kalau ia dmaksimalkan bahkan didengarkan suaranya maka suara itu ebih dahsyat dari suara petir.

Kita bisa mengukur tentang keberadaan dan perannya dalam kehidupan kita. Sesekali kita pernah berbohong tentang sesuatu. Orang lain yang mendengarkan pembicaraan kita sangat yakin bahwa kita adalah orang yang taat dan berada pada jalan kejujuran. Namun di malam hari ketika malam tiba, mata ini juga belum bisa dipejamkan, lintasan-intasan kejadian disiang hari tadi begitu jelas dalam ingatan kita. Lalu perasaan geisah dan merasa bersalah mewarnai malam di atas pembaringan kita. Hatipun menghujat mengapa kita tidak mengatakan yang sebenarnya.

Dengan demikian semakin yakinlah kita bahwa hati nurani akan selalu mengatakan sesuatu dengan penuh kejujuran. Oleh karenanya amat bijak kalau kita tidak mengabaikan suara-suara hati kita yang menyuarakan sebauah kebenaran dalam kehidupan kita. Menantangnya berarti meawan kata hati, melawan kata hati berarti menantang kata TUHAN. Karena kebenaran yang haqiqi itu datangnya dari Tuhan Juga. Walahu`alam (Nazirman)

26
Apr
10

CINTA FITRI

26
Apr
10

MENOLONG

Menolong, minta dan member pertoongan daam hidup merupakan sebuah kebutuhan jiwa dan panggilan nurani. Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa meepaskan diri dari dua hal tersebut. Menolong juga merupakan fitrahnya manusia dan sebaik-baiknya manusia. Rasuullah SAW mengingatkan pada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi yang laiinya. Dikutkan lagi dengan hadis Qudsi “ Sesunggunya Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba-Nya selagi hamba-Nya itu mau menolong  saudaranya.

Banyak cara dan langkah untuk menolong orang lain kalau kita mau meakukannya. Menolong dengan apa yang bisa diperbuat. Sikaya akan menolong saudaranya yang lemah dengan menyisihkan bagian dari kekayaannya. Sikuat akan menolong saudaranya dengan sisa-sisa kekuatannya. Sipandai akan menolong saudaranya dengan sisa-sisa kecerdasannya begitu seterusnya.

Dalam kehidupan besar kecendrungan hidup kita untuk minta pertolongan disbanding memberikan pertolongan itu. Banyak kemungkinan factor pemicu mengapa begitu sulit bagi kita untuk melakukannya. Mungkin kesulitan itu muncul karena kita tidak pernah berpengalaman betapa indahnya member pertolongan itu.

Untuk menolong, memang dibutuhkan suatu kesadaran tentang hakikat tolong menolong itu. Pada hakikatnya secara zahiri kita menolong orang lain sesuai dengan apa yang dimintanya dan besarnya pertolongan serta bentuknya pada orang lain. Secara batini sesungguhnya kita tidak lebih memberikan pertolongan untuk diri kita sendiri. Oleh karena itu jangan pernah kikir untuk memberikan pertolongan walau hanya berupa idea tau menunjukkan jalan bagi orang-orang tersesat. Marai pula sejenak kita telusuri perjalanan hidup kita ketika kita berada dalam kesulitan dan siapakah yang meringankannya? Apahakah tida ada kaitannya dengan deposito kebaikan berupa pertolongan yang kita berikan kepada orang lain pada masa-masa lalu yang telah terupakan?.  Berbuat baiklah, tolonglah orang lain dengen sungguh-sungguh dan jangan pernah berharap yang ditoong itu  akan mengantinya. Suatu waktu dan entah kapan pertolongan yang kita butuhkan akan mengalir dari tangan-tangan yang lain yang tidak pernah kita duga sama sekali.

25
Apr
10

Selamat datang di Blog Nazirman Motivations

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!




Desember 2016
S S R K J S M
« Des    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

JENDELA HATI