Posts Tagged ‘TERAPI ROHANI

27
Apr
10

RUQYIAH

TERAPI RUQYAH

Nazirman

ABSTRAK
Ruqyah merupakan salah satu bentuk Terapi Rohani yang telah populer semenjak zaman kenabian. Ruqyah merupakan salah satu implementasi Isytisyfa`bi al-Qur`an. Meruqyah berarti membacakan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh nabi. Oleh kerenanya Ruqyah dapat dibagi pada dua bagian yaitu ruqyah syari`ah dan syirkiyyah. Ruqyah syari`ah adalah ruqyah dilakukan bersumber dan sesuai dengan ajaran syari`at sedangkan syirkiyyah; ruqyah berupa jampi-jampi yang bukan bersumber bahkan bertentangan dengan ajaran syariat. Dalam aplikasinya terapi ini dilakukan melalui beberapa tahapan yakni tahapan persiapan, tahapan kegiatan dan pengakhiran . Penyakit yang dapat disembuhkan melalui terapi ini adalah gangguan psikologis berupa Stress, gangguan jin dan gangguan manusia atau sihir.

Key word: Ruqyah, syariah syirkiyyah

A. Pengertian
Ruqyah (الرقية ) dalam kamus Arab diartikan : Perlindungan yang dibacakan terhadap orang sakit atau seumpamanya.1 Ruqyah adalah kumpulan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw untuk dibaca oleh seorang muslim bagi dirinya, anak dan keluarganya untuk menyembuhkan berbagai penyakit kejiwaan yang menimpanya atau mengobati kejahatan manusia dan jin, gangguan setan, sihir atau penyakit badan lainnya.2

B. Sejarah
Secara akademis agak sulit bahkan jarang para ilmuan baik itu mufassir, muhaddisin atau fuqaha` atau sejarawan secara khusus menuliskan kapan pertama kali ruqiyah dipopulerkan dan oleh siapa?. Namun sungguhpun demikian dari literatur yang ada secara umum dapat diyakini bahwa ruqiyah itu sudah ada semenjak zaman rasul dan dipopulerkan oleh para sahabat.
Dari Abu Sa`id Radhiayallah Anhu ia berkata, “Beberapa orang dari sahabat Nabi Saw sedang berpergian, ketika mereka memasuki sebuah perkampungan arab, mereka ingin bertamu tetapi penduduk kampung menolak. Kemudian kepala kampung itu disengat kalajengking, penduduk kampung telah melakukan segala sesuatu, namun tidak ada yang memberikan manfaat, lalu sebagian mereka berkata,” Andai kamu menemui sekelompok orang yang sedang dalam perjalanan itu, mungkin saja mereka memiliki sesuatu”. Maka penduduk kampung itu mendatangi para sahabat Nabi, mereka berkata,”Wahai kaum, kepala kampung kami disengat kalajengking, kami telah melakukan sesuatu namun tidak ada yang berguna, apakah ada di antara kalian yang memiliki sesuatu?” Salah seorang sahabat berkata,”ya, aku akan meruqiyah, akan tetapi mengapa kalian menolak kami ketika kami ingin bertemu kalian, aku tidak akan pergi ke tempat kalian sebelum kalian memberikan sesuatu kepada kami”, lalu merekapun berdamai dengan janji memberikan tiga puluh ekor kambing, sahabat itu pergi, ia meludahi tempat yang terkena sengatan sambil membaca Al-fatihah, orang yang terkena sengatan itu sembuh bagaikan terlepas dari ikatan, ia tidak lagi merasa sakit, ia berkata, ” Tunaikan kepada mereka apa yang dijanjikan pada saat damai”, salah seorang sahabat berkata,” Lakukanlah pembagian”, sahabat yang melakukan ruqyah berkata, “jangan lakukan, sebelum kita menjumpai Rasulullah Saw dan menceritakan kepadanya tentang apa apa yang telah terjadi, kita akan melihat apa yang akan Rasulullah perintahkan kepada kita”, mereka menemui Rasulullah Saw dan menyebutkan apa yang telah terjadi, Rasulullah bertanya,” dari mana engkau tahu bahwa surat Al-Fatihah itu adalah Ruqiyah?”, kemudian beliau berkata,” Sungguh kalian telah benar, bagilah dan berikanlah sahamku”, kemudian Rasulullah Saw tertawa.3
Dalam riwayat lain juga dikisahkan bahwa Abdullah bin Mas`ud. RA pernah melakukan pengobatan terhadap korban kesurupan dengan ayat-ayat al-Qur`an dan telah mendapatkan pengukuhan dari Rasulullah Saw. Pada suatu ketika Ibnu Mas`ud RA membacakan Al-Qur`an ke telinga seseorang yang kesurupan. Setelah itu orang tadi sadar .lalu Rasulullah Saw bersabda kepada Ibnu Mas`ud,” Apakah yang engkau bacakan ke telinganya?” Ibnu Mas`ud menjawab,”Surat Al-Mukminun 115-118.4 Rasulullah SAW selanjutnya bersabda, “Kenapakah seseorang lelaki beriman tidak melakukan; dia membacakannya terhadap gunung, niscaya gunung itu tentu hancur,” (HR. Abu Ya`la)
Dengan demikian kalaupun belum dituliskan tahun, tanggal, tempat dan tokoh atau actor pertama ruqyah tersebut maka dapat diyakini bahwa peristiwa itu bernar adanya dan ruqyah merupakan salah satu khazanah intelektual Islam sekaligus salah satu metode Terapi Rohani Islam yang multidimensi pengunaanya terutama dalam pengobatan dan perawatan rohani bagi umat Islam.

C. Dasar Hukum
Dasar hukum Ruqiyah adalah dalil-dalil, argumentasi yang mendasari serta melegalisasi atau melarang, membolehkan bahkan mengharamkan sebuah ruqyah. Dasar hukum juga ketentuan-ketentuan atau ketetapan-ketetapan syar`i tentang kejelasan dan kepastian status ruqiyah, apakah dibolehkan atau dilarang.
Bedasarkan sejarah di atas dan merujuk kepada fungsi al-Qur`an sebagai syifa` dan adanya pengukuhan atau legalisasi dari Rasulullah, maka ruqiyah diperbolehkan untuk dilakukan. Ruqiyah merupakan sunnah Nabi, bahkan Nabi Muhammad Saw pun pernah diruqyah oleh Malaikat Jibril.5
Para ulama terdahulu telah melakukan hal yang demikian; melakukan pengobatan terhadap diri meraka atau orang lain dengan membacakan ayat-ayat al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Dengan demikian Ruqyah Syari`ah bukan Syirqiyah secara hukum legal untuk dilakukan. Ruqyah syari`ah adalah ruqyah dilakukan bersumber dan sesuaidengan ajaran syari`at. Perlunya ruqiyah syari`ah juga cukup beralasan. Di antara alasanya ialah ia termasuk sunnah dan sedikitnya jumlah umat islam yang berdzikir dan membentengi diri mereka dengan wirid (yang bersumber dari bacaan Al-Qur`an dan Sunnah6. Sementara ruqiyah syirkiyyah adalah ruqiyah yang dilakukan bukan menurut aturan syari`at dan cendrung mengarah kea rah kemusyrikan dan subuhat.

D. Fungsi dan Kegunaan
Ruqiyah syari`ah dilihat dari fungsi dan kegunaanya maka ia berfungsi sebagai salah satu metode Terapi Rohani Islam yang bersifat preventif dan kuratif. Dan kegunaanya adalah membantu mengobati serta menyembuhkan setiap pribadi muslim yang mengalami berbagai persoalan ruhani (gangguan kejiwaan) bahkan juga untuk penyakit-penyakit fisik. Setiap ayat dalam al-Qur`an adalah penawar dan obat untuk segala penyakit.7

E. Mekanisme
Mekanisme atau sistim kerja dan cara melakukan Terapi Rohani lewat ruqiyah dapat dilihat dari Petunjuk Umum Nabi tentang mengobati sakit dengan Ruqiyah. Petunjuk itu digambarkan dalam beberapa riwayat sebagai berikut:
1. Diriwayatkan oleh Muslim dari Usman bin Abil Aash bahwa ia mengadu kepada Rasulullah mengenai rasa sakit di badanya sejak dia masuk Islam. Lalu Rasulullah bersabda:
ضع يدك على الذي تألم من جسدك وقل : بسم الله ثلاثا
وقل سبع مرات : أعوذ بعزة الله من شرما اجدوأحاذر
“Taruhlah tanganmu di tempat yang sakit dari badanmu dan ucapkanlah basmalah tiga kali, dan ucapkanlah kalimat ini tujuh kali, `Auzu bi `izzatillahi wa qudratihi min syarri ma ujidu wa uhazir (Aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan yang aku temukan dan yang aku hindari).

2. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahwa Nabi Saw mintakan perlindungan untuk sebagian keluar-ganya dengan membasuh tangan kananya dan berkata:
اللهم رب الناس أذهب الباس اشفه وانت الشافي لاشفاء الا شفاؤك شفاء لايغادر سقما
Ya Allah Tuhan semua manusia, jauhkanlah malapetaka dan sembuhkanlah. Engkau Maha Pemberi kesembuhan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesem-buhan yang tidak meninggalkan penyakit.
Dalam hadis ini tampak adanya pengobatan dengan mengunakan dzikir kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya serta memohon perlin-dungan-Nya dengan kemuliaan-Nya dan kekuasaan-Nya dari kejahatan penyakit yang tidak hilang darinya. Pengulangannya sebanyak tujuh kali men-jadikannya lebih manjur dan lebih cepat, seperti pengulangan makan obat untuk mengeluarkan penyakit. Jumlah yang tujuh ini adalah kekhususan yang tidak ditemukan di tempat lain.
Dalam ruqiyah ini ada satu permohonan kepada Allah dengan kesempurnaan ketuhanan-Nya dan kesempurnaan rahmat-Nya akan kesembuhan. Sesungguhnya hanya Dialah yang mampu menyem-buhkan dan tiada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan dari-Nya. Di dalamnya pun terkandung seruan kepada Allah atas keesaan, kebaikan, dan ketuhanan-Nya.8
Dengan demikian kegiatan ruqiyah dilakukan dalam bebrapa bentuk di antaranya dengan memper-dengarkan bacaan-bacaan ayat al-Qur`an dan doa-doa berulang-ulang kepada si sakit dan memegang bahagian yang sakit dari si sakit sambil berkonsentrasi membaca doa-doa kesembuhan. Bahkan Nabi dan para sahabat melakukan mandi ayat sebelum tidur. Maksud mandi ayat adalah mengusapkan kedua tangannya setelah ditiup selesai membaca ayat-ayat perlindungan ke sekujur tubuh.

F. Proses Terapi (Tahapan Terapi)
Terapi Ruqiyah dilakukan melalui proses beberapa tahapan. Adapu tahapan-tahapan antara lain tahapan persiapan, pelaksanaan dan tahapan peng-akhiran yang masing-masing tahapan mengandung beberapa kegitan yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
Tahapan Persiapan—tahap ini merupakan tahap akan dimulainya kegiatan terapi. Dalam tahap ini kegiatan yang akan dilakukan oleh para Mualij (Terapis) maupun pasien adalah mempersipkan diri secara ilmiah dan menumbuhkan keyakinan berobat dengan Ruqiyah serta menyiapkan hal-hal yang bersifat fisik demi kelangsungan dari kegiatan yang dimaksud..
Mualij dapat memberikan penjelasan ilmiah berupa layanan orientasi dan informasi ruqyah kepada pemakai jasa layanan. Isi layanan ini antaralain berisikan penjelasan tentang apa itu ruqyah, apa syaratnya,pantangan dan bagaimana cara melaku-kannya serta segala hal yang terkait dengan penjelasan yang dapat menunjang keberhasilan dari terapi ini.
Pemakai jasa layanan terapi ini juga menyiap-kan hal-hal yang dibutuhkan secara fisik, seperti memakai pakaian yang menutupi aurat, membebaskan diri dari persyerikatan dengan jimat dan perdukunan serta berbagai jenisnya yang terkait. Kemudian dianjurkan ada muhrim yang bias mendampingi atau keluarga dekat yang dapat membantu dan bertanggung jawab.
Sementara itu persiapan kusus sebelum ruqyah antara lain :
1. Bertaubat kepada Allah dari segala dosa terutama dosa syirik,dosa bid`ah, dosa mempercayai khurafat, dosa mengikuti hawa nafsu.
2. Menghancurkan patung-patung di rumah
3. Membakar segala benda yang diyakini punya kekuatan ghaib seperti jimat dan sejenisnya.
4. Membaca ayat-ayat perlindungan: ayatul Kursi, al-Ikhlas, al- Falaq, an-Nas setelah shalat lima waktu
5. Berwudu dengan sempurna dilanjutkan dengan shalat sunat dua rakaat.9
6. Mengatur posisi—pasien dianjurkan ber-baring telentang mengarah ke kiblat terutama bagi pasien yang didalam diagnosa rohaninya berada dalam Stadium empat (terlampir).
7. Memasang niat untuk ruqiyah sesuai dengan tujuan dan penyakit yang ingin disembuh-kan.10
8. Lakukan ceking Kesehatan Rohani dengan mengisi Anamesa Rohani untuk mendignosa sekaligus menentukan bentuk terapi yang akan.
9. Sampaikan peringatan tegas kepada jin yang ada dalam tubuh agar bertaubat dan keluar serta berjanji untuk tidak masuk dan menganggu manusia.

Tahap Pelaksanaan—pada tahapan ini kegiatan Ruqiyah dimulai, ditandai dengan mulainya sipe-ruqiyah (Mualij) membacakan ayat-ayat al-Quran dan doa-doa ma`stur kepada penderita atau pasien secara tartil dan penuh penghayatan. Kemudian sambil membacakan bacaan tersebut peruqiyah memperhati-kan dengan bijak tentang reaksi yang terjadi pada diri pasien ketika dibacakan suatu ayat tertentu. Apabila terjadi rekasi—seperti meronta, menagis, tidak sadar-kan diri, mata berkedip-kedip, badan gementaran dan muncul tenaga ekstra diluar kapasitas diri waktu normal, maka mualij melakukan pengulangan beberapa kali ayat tersebut. Tujuannya adalah disamping untuk mengetahui dan meyakini secara pasti apa bentuk penderitaan yang diderintanya sekaligus untuk mengobati objek yang dituju.11
Begitu pula sebaliknya ketika tidak ditemukan reaksi dari ayat-ayat dan doa ruqiyah maka dianjurkan agar mengulanginya sampai tiga kali. Jika tidak juga maka lakukan proses pembinaan mental pasien lewat penetapan program amalan harian.

Tahapan Pengakhiran—merupakan tahap dimana telah selesainya prosesi ruqiyah. Pada saat ini boleh istirahat sejenak dan dilanjutkan dengan melaku-kan dialog singkat tentang pengalaman serta apa yang telah diperoleh selama terapi. Untuk mengetahui hasil perubahan yang diperoleh dapat dilihat kepada daftar keluhan dan lakukan ceking ulang apa yang telah terjadi dari beberapa item keluhan. Setelah itu perlu penetapan jadwal kegiatan lanjutan sambil melakukan evaluasi.
Tahap ini juga menupakan penetapan dan membangun komitmen bagi manusia yang diruqyah untuk selalu merawat dan mempertahankan kondisi rohani pascaruqyah. Mempertahankan kondisi rohani pascaruqyah agar tetap sehat dapat dilakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung seperti menjaga shalat berjamaah, tidak mendengarkan lagu, musik dan telivisi yang memicu timbulnya jiwa-jiwa yang labil, selalu berwudu dan mewiridkan bacaan ayat kursi sebelum tidur, membaca surat al-Baqarah di rumah setiap hari, membaca atau mendengar surat al-Muluk sebelum tidur, membaca atau mendengarkan bacaan surat Yasin pada pagi hari, berteman dengan orang saleh, memakai jilbab atau menutup aurat bagi wanita, memulai semua pekerjaan dengan basmalah, tidur dengan tidak sendirian dan selalu melakukan pembentengan diri dari segala bentuk gangguan setan dan sejenisnya dengan membaca dan mengamalkan ayat-ayat serta doa-doa pembenteng diri.(antivirus—terlampir).
Kemudian setiap selesai melaksanakan shalat subuh disarankan untuk membiasakan membaca wirid berikut ini minimal 100x
لااله الا الله وحده لا شريك له له الملك وله احمد
وهو على كل شيء قدير
Evaluasi atau penilaian dapat dilakukan pada kegiatan kedua dan seterusnya untuk melihat sejauhmanakah keefektifan atau tidaknya ruqiyah yang diberikan. Oleh karenanya catatan kunjungan, anamesa serta program yang telah dan yang akan diterapkan tidak boleh hilang dan tetap berkelanjutan.

LAMPIRAN I
Daftar Ceking Kesehatan Rohani/ Anamesa Rohani
KHUSUS UNTUK RUQIYAH
Nomor Hari Tanggal/ Tahun

Nama Umur L/P
Agama Pekerjaan GD:
Alamat
PETUJNJUK UMUM/ STADIUM
Tipe Stadium Kecedrungan/ indikasi/Pengaruh
A 4 Paling sering terjadi,sangat dirasakan dan paling mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
B 3 Paling sering terjadi,sangat dirasakan dan pernah mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
C 2 Jarang terjadi, pernah dirasakan dan mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
D 1 pernah terjadi, kurang dirasakan dan tidak mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik
E 0 Tidak pernah terjadi, tidak dirasakan pengaruhnya dan tidak mengganggu/ mempengaruhi jiwa dan fisik

DAFTAR KELUHAN
Kelompok A (Ketika Tidur)

No Jenis Keluhan Tipe Skor
1 Insomnia( sulit tidur)/Hyperinsomnia (sussah bagun)
2 Cemas, gelisah dan sering terbangun
3 Mimpi yang menyeramkan
4 Mimpi makan
5 Bunyi geraham beradu
6 Tertawa dan menangis
7 Mendengkur keras
8 Merintih kesakitan
9 Berdiri dan berjalan waktu tidur
Kelompok B (Ketika Bangun Tidur)
No Jenis Keluhan Tipe Skor
1 Capai dan merasa kelelahan bangun tidur
2 Merasa pusing terkadang ingin muntah
3 Hati berpaling
4 Gampang marah dan mudah tersinggung
5 Lesu dan malas melakukan sesuatu/ bosan
6 Tatapan sering kosong
7 Ada bisikan untuk bunuh diri
8 Pikiran kacau dan sulit berkonsentrasi
9 Gelisah dibacakan ayat-ayat suci
10 Merasa sakit pada bahagian tubuh
11 Malas dan berat beribadah
12 Tidak pernah kusyu` dalam beribadah
13 Suka menyendiri ,melamun dan tertutup
14 Melihat bayangan seuatu yang aneh
15 Histeria/ kesurupan secara tiba-tiba

Perkiraan Hasil
Kelompok A
Tipe Stadium Scoor Diagnosa Lama Terapi
A 4 28-36 Sangat Berat 7-9 x
B 3 19-27 Berat 5-7 x
C 2 10-18 Sedang 3-5
D 1 1-9 Ringan 1-3 x

Kelompok B
Tipe Stadium Scoor Diagnosa Lama Terapi
A 4 46-60 Sangat Berat 7-9 x
B 3 31-45 Berat 5-7 x
C 2 16-30 Sedang 3-5
D 1 1-15 Ringan 1-3 x
DIAGNOSA DAN TERAPI

Diagnosa
Program Terapi Jumlah Pertemuan

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika Ruqiyah berlangsung

No Peristiwa/ kejadian Spontan Menit Jumlah
1 Desah nafas panjang
2 Perubahan posisi dan gerakan fisik
3 Gerakan mengalir beraturan
4 Perubahan aura/ air muka di wajah
5 Kedipan dan pemejaman mata
6 Berontak dan ngamuk
7 Aliran dingin di pundak dan kepala
8 Suara-suara palsu dan cacimaki dan jeritan
9 Bunyi Geraham beradu
10 Tidak sadarkan diri
11 Gementaran sekujur tubuh
12 Dll

Pascaruqyah /hasil dialog
No Pengalaman Tipe Skor
1 Sadar/tidak sadar selama ruqiyah
2 Merasakan aliran panas/ dingin pada tubuh
3 Merasa Berada pada alam lain
4 Aura wajah mulai membias diwajah
5 Merasa ada yang menguasai / mengendaliakan
6 Merasa plong hati sesudah ruqyah

LAMPIRAN

بسم الله1

Lafal Kegunaan
بسم الله ارقيك و الله يشفيك من كل شيء يؤذيك ومن شركل نفس او عين حاسد الله يشفيك بسم الله ارقيك Umum/Orang lain
بسم الله ارقيى نفسي و الله يشفي من كل شيء يؤذي ومن شركل نفس او عين حاسد الله يشفيي بسم الله ارقي Diri sendiri
بسم الله ارقينى
بسم الله ارقيك- بسم الله ارقيك
بسم الله ارقينى من كل داء يؤذينى
بسم الله ارقينى من بلاء يؤذينى
بسم الله ارقينى من كل شروشقاء يشقينى
بسم الله ارقينى من كل نفس اوعين حاقد او عين حا سد
بسم الله ارقينى من كل نفس او سحر ساحر او عمل عامل
بسم الله ارقينى من كل نفس او مكر ماكر او كيد كائد
بسم الله ارقينى من شر النفاثات فى العقد
بسم الله ارقينى من شر حاسد اذا حسد
بسم الله ارقينى من كل نفس اوعين حاقد او عين حا سد
بسم الله ارقينى من ساحر اذا سحر
بسم الله ارقينى من شر عامل اذا عمل
بسم الله ارقينى من شر ماكر اذا مكر
بسم الله ارقينى والله ير عانى والله يكفينى
بسم الله ارقينى والله يشفينى والله يعافينى
بسم الله ارقينى والله ينجينى والله يقوينى
بسم الله ارقينى والله يجبرنى والله يرزقنى
بسم الله ارقينى والله يحفظنى والله يحرسنى والله يحمينى

LAMPIRAN V
DOA ANTI VIRUS
Ayat Perlindungan Ayat Kursi—Al-Ikhlas –Al-Falaq—An-Nas
Diwiridkan setiap selesai shalat lima waktu
Doa Perlindungan اعوذ بالله من الشيطان الرجيم

اعوذ بكلمات الله التامة من شرماخلق (3)
اعوذ بكلمات الله التامة من كل شيطان وهامة ومن كل عين لامة (3)

اعوذ بك من همزات الشيطان وان يحضرون
بسم الله الرحمن الرحيم
بسم الله الذي لايضر مع اسمه شيئ فى الارض
ولافى السماء وهوالسميع العليم (3)

الله يا حافيظ- يا حافيظ- يا حافيظ احفظنى
احفظ ……… باحق لاحول ولا قوة الا باالله العلي العظيم

كهيعص-حم عسق
بسم الله توكلت على الله لاحول ولاقوة الا باالله
حسبي الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير (7)
حسبي الله لااله الا هو عليه توكلت وهورب العرش الظيم (7)
LAMPIRAN VI
AYAT-AYAT RUQYAH

KODE AYAT RUQIYAH—UMUM
1 Al-fatihah, Al-Baqarah 1-5, 163-164, 255-257,284-286,Ali Imran 18,Al-`Araf 54-56,Al-Mu`min 115-118,Ash-Shafat 1-10,Al-Hasyar 21-24, Ar-Rahman 33-34,Al-Ikhalas, Al-Falaq dan An-Nas
AYATUL AZAB
1.A An-Nisa` 167-173, Al-Anfal 12, Al-Hijir 16-18, Al-Isra` 110-111, Al-Anbiyaa` 70, Al-Hajji 19-22, An-Nuur 39,Al-Furqan 23, Ash-Shaffat 98, Ghafir 78, Fushilat 44, Ad-Dukhan 43-50, Al-Jasiyah 7-8, Al-Ahqaf 29-34,
Ar-Rahman 33-36
AYATUL SYIFA`
1.B At-Taubah 14, Yunus 57, An-Nahal 69, Al-Isra` 82, Asy-Syu`ara` 80, Fushilat 44.
AYATU IBTHALUSSIHR
2
Al-`Araf 118-122, Yunus 81-82,Tha-Haa 69

2.A Lakukan Hydroterapi kombinasi dengan Al-Fatihah 1x, Bismilah 3x, ayat kursi 3x, Ayat Ibtalussihr 1x , Al-Furqan 23, Akhir Surat Mukminuun 3x, Al-zalzalah 2x, Al-Ikhlas 3x, Al-Mauzataini 3x, untuk 3x dalam 1 hari selama 3 hari berturut-turut.
Ayat Ruqiyah Sihir
2.B Al-Fatihah, Al-Baqarah 1-5,102, 163-164, 255,285-286, Ali Imran 18-19, Al-`Araf 54-56, (117-122(7x)), Yunus 81-82, Tha-Haa 69 (7x), Mukminun 115-118, As-Shafat 1-10, Al-Ahqaf 29-32, Ar-Rahman 33-36, al-Hasyar 21-24 Al-Jin 1-9, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas




Oktober 2014
S S R K J S M
« Des    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Posts

JENDELA HATI


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.